stoodioHITS Blog

Transformasi Industri Musik: Pandemi, AI, dan Pencipta sebagai Pusat Perhatian

Transformasi Industri Musik

 

Transformasi Industri Musik: Pandemi, AI, dan Pencipta sebagai Pusat Perhatian. Pandemi COVID-19 tidak hanya membawa tantangan dan krisis kesehatan, tetapi juga memicu lonjakan signifikan dalam ekonomi pencipta musik. Peningkatan minat dan investasi dalam alat pencipta musik menjadi katalisator pertumbuhan industri ini. Perusahaan-perusahaan terkemuka seperti Native Instruments dan Splice berhasil menarik investasi signifikan, sementara pesaing baru seperti LANDR meluncurkan model-model inovatif.

Namun, tahun 2022 mencatat penurunan dalam industri musik pasca-pandemi, mencerminkan penyeimbangan alami sebelum pertumbuhan jangka panjang dan dinamis berlangsung. Meskipun demikian, tren pasca-pandemi memberikan dorongan baru, terutama dengan cepatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan munculnya konsumen-pencipta.

Jumlah pencipta musik juga mengalami pertumbuhan yang mengesankan sebesar 12%, mencapai 76 juta. Fenomena ini menandai pergeseran menuju era pencipta, di mana para pencipta menjadi pusat perhatian, dan penciptaan itu sendiri menjadi bentuk hiburan.

Pemisahan dalam bisnis musik juga menjadi fenomena menarik, dengan platform streaming tradisional dan aplikasi sosial/platform baru seperti BandLab menciptakan ekosistem yang berbeda. Industri musik tidak lagi hanya tentang mendengarkan; itu memasuki fase di mana kreativitas dan inovasi pencipta menjadi elemen kunci.

Model pasca-streaming menandai perubahan paradigma dengan pendekatan yang berpusat pada pencipta, penciptaan konten dinamis, dan pergeseran dari pengalaman linear ke non-linear. Bisnis musik berbasis streaming dan alat pencipta sedang menyatu menjadi satu rantai nilai yang diperpanjang.

 

Baca juga: Nightcore Dan Fenomena Lagu Dipercepat: Jejak Evolusi Dari LimeWire Hingga TikTok

 

Sementara itu, sektor alat pencipta diprediksi memiliki dampak transformasional, baik secara komersial maupun budaya. Diperkirakan pendapatan industri alat pencipta akan mencapai $10 miliar pada tahun 2030. Pasar bergerak menuju penciptaan virtual, di mana perangkat lunak, suara, dan layanan menjadi kontributor utama pertumbuhan di masa depan.

Pasar alat pencipta melihat lonjakan dalam pengembangan alat dan layanan baru, yang pada gilirannya menimbulkan tantangan bagi pencipta dalam mengidentifikasi kebutuhan mereka. Layanan cloud seperti FL Cloud, yang menggabungkan beberapa alat untuk alur kerja yang terhubung, menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas penciptaan musik modern.

Model berlangganan, termasuk pendekatan reagregasi, mendapatkan pangsa pasar dan diperkirakan akan mencapai hampir sepertiga dari pendapatan pada tahun 2030. Keberhasilan model ini mencerminkan evolusi ke arah fleksibilitas yang lebih besar bagi pengguna.

AI menjadi pendorong pertumbuhan kunci, dengan alat-alat seperti alat bantu, alat pencipta generatif, dan alat konsumen generatif menjadi komponen penting dalam industri ini. Dampak AI mencakup konsumerisasi musik, yang didorong oleh suara, kecerdasan buatan, dan perangkat seluler.

Batasan tradisional antara audiens, penciptaan, hak, dan sektor distribusi semakin kabur, menciptakan lingkungan di mana penciptaan musik menjadi unsur penghubung. Peluncuran alat pencipta seperti ByteDance, Mawf, dan Ripple menandakan klaim mereka sebagai pemain kunci dalam ekonomi pencipta musik yang terus berkembang.

Dengan demikian, transformasi industri musik saat ini tidak hanya beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga menggambarkan evolusi menuju era pencipta yang penuh inovasi dan kreativitas.

Share:

More Posts