stoodioHITS Blog

Perbandingan Dark Posts dan Boosted Posts dalam Dunia Periklanan Digital

perbandingan Dark Posts dan Boosted Posts

 

Perbandingan Dark Posts dan Boosted Posts dalam Dunia Periklanan Digital (WA: 08111474855). Dalam era periklanan digital, pemilihan metode yang tepat dapat membuat perbedaan besar dalam kesuksesan kampanye. Dua strategi yang umum digunakan adalah Dark Posts dan Boosted Posts. Artikel ini akan membahas perbedaan, keunggulan, dan situasi terbaik untuk menggunakan masing-masing metode.

1. Dark Posts vs. Boosted Posts: Pengenalan Singkat

Dark Posts adalah iklan yang disematkan di media sosial melalui Ads Manager, tidak muncul di timeline halaman atau secara organik. Di sisi lain, Boosted Posts adalah iklan berbayar yang mempromosikan postingan yang sudah ada dari halaman bisnis, memperluas jangkauan konten ke audiens yang lebih luas dari sekadar pengikut.

2. Fitur dan Kemampuan: Boosted Posts

  • Mudah digunakan: Boosted posts memberikan kemudahan penggunaan dan langsung muncul di Facebook atau Instagram News Feed audiens sebagai iklan.
  • Tautan Klik: Dapat mencakup tautan klik meskipun postingan asli tidak memiliki tautan.
  • Kustomisasi Terbatas: Fitur kustomisasi terbatas dibandingkan dengan dark posts, namun memberikan solusi cepat untuk meningkatkan visibilitas.

3. Fitur dan Kemampuan: Dark Posts

  • Kustomisasi Canggih: Dark Posts menawarkan kustomisasi kampanye yang canggih melalui Ads Manager.
  • Tujuan Iklan: Dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti pemasangan aplikasi, konversi situs web, tayangan video, pesanan toko, dan lainnya.
  • Penargetan Canggih: Memungkinkan penggunaan alat penargetan yang lebih canggih seperti tumpang tindih jenis audiens, audiens serupa, dan lainnya.

4. Kemampuan Kreatif: Dark Posts vs. Boosted Posts

  • Dark Posts: Menawarkan kemampuan kreatif yang lebih tinggi dengan iklan karusel, deskripsi khusus, dan tombol panggilan tindakan.
  • Boosted Posts: Mempromosikan hanya satu postingan pada satu waktu, dengan fitur kreatif yang lebih terbatas.

5. Perubahan Selama Kampanye:

  • Dark Posts: Memungkinkan pengeditan salinan iklan dan kreatif selama kampanye, memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh boosted posts.
  • Boosted Posts: Tidak memungkinkan pengeditan postingan organik setelah ditingkatkan.
Baca juga: Menggali Kreativitas Melalui Kolaborasi AI: Sony Music, The Orb, Dan David Gilmour

6. Menjalankan Beberapa Iklan:

  • Dark Posts: Memungkinkan menjalankan lebih dari satu kreatif secara bersamaan, memfasilitasi pengujian A/B.
  • Boosted Posts: Hanya mempromosikan satu postingan dari halaman.

7. Kapan Harus Menggunakan Dark Posts vs. Boosted Posts:

  • Boosted Posts: Efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan visibilitas audiens.
  • Dark Posts: Lebih disukai untuk jenis iklan yang lebih canggih, penargetan, dan kampanye dengan tujuan tertentu.

8. TikTok Dark Posts vs. Boosted Posts:

  • Dark Posts di TikTok: Dibuat melalui Ads Manager, tidak muncul di profil tetapi menghasilkan profil hantu ketika diklik.
  • Boosted Posts (Spark Ads) di TikTok: Menggunakan konten organik untuk memperluas jangkauan dan mengarahkan pengguna ke profil.

9. Only Modes Ads TikTok:

  • Only Modes Ads : Memungkinkan pengguna membuat iklan yang mengarah ke profil tanpa mengisi profil dengan beberapa postingan iklan.
  • Pertimbangan Tujuan Kampanye: Pilih antara Dark Posts, Mode Hanya Iklan, atau Boosted Posts tradisional berdasarkan tujuan kampanye (misalnya, menumbuhkan pengikut, mempromosikan suara TikTok).

10. Kesimpulan:

Memahami perbandingan Dark Posts dan Boosted Posts sangat penting untuk periklanan digital yang efektif di platform seperti Facebook dan TikTok. Pilih metode yang sesuai dengan tujuan kampanye Anda untuk hasil yang optimal. Dengan menyelaraskan strategi periklanan dengan karakteristik masing-masing metode, Anda dapat meningkatkan efektivitas kampanye dan mencapai hasil yang diinginkan.

 

Share:

More Posts