stoodioHITS Blog

Generative AI dan “Fake Drakes”: Revolusi Musik di Era Digital

Revolusi Musik di Era Digital

 

Generative AI dan “Fake Drakes”: Revolusi Musik di Era Digital. Dalam era digital yang terus berkembang, peran teknologi semakin mendominasi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk industri musik. Salah satu tren yang semakin merata adalah penggunaan alat generative AI untuk menciptakan karya musik baru. Hal ini tidak hanya menciptakan peluang baru bagi seniman dan produser, tetapi juga menimbulkan tantangan baru terutama terkait hak cipta dan asliitas karya.

Platform Baru dan “Fake Drakes”

Dengan semakin umumnya penggunaan generative AI dalam menciptakan lagu, platform distribusi musik baru (“Napster baru”) diperkirakan akan muncul. Platform ini akan menjadi wadah bagi karya-karya hasil generative AI, termasuk yang meniru gaya artis terkenal seperti “Fake Drakes.” Fenomena “Fake Drakes” merujuk pada lagu-lagu yang sulit dibedakan dari karya asli artis terkenal Drake, menciptakan tantangan baru dalam mengenali dan melindungi hak cipta.

Nilai Hak Cipta Musik Global

Peningkatan penggunaan generative AI dan pertumbuhan industri musik digital diperkirakan akan mendorong peningkatan nilai hak cipta musik secara global. Diperkirakan nilai hak cipta musik akan mengalami kenaikan signifikan dari $41,5 miliar menjadi $50 miliar, mencerminkan pergeseran dinamika ekonomi dalam industri ini.

Harga Langganan Streaming dan Royalti Radio

Seiring meningkatnya permintaan untuk layanan streaming musik, diperkirakan harga langganan akan mengalami kenaikan. Tarif bulanan pengguna tunggal dasar diperkirakan akan mencapai $12,99. Di sisi lain, diharapkan para penampil akan mulai menerima pembayaran ketika lagu mereka diputar di radio Amerika Serikat, mengatasi masalah ketidakwajiban pembayaran royalti radio konvensional di negara tersebut.

Inovasi dalam Industri Musik

Industri musik terus bertransformasi dengan adanya inovasi. Fitur pitching playlist, yang semakin banyak diadopsi oleh Penyedia Layanan Digital (DSP), memberikan peluang baru bagi seniman untuk mendapatkan eksposur yang lebih besar. Selain itu, Bandlab diprediksi akan menghasilkan hit nomor #1, menunjukkan potensi platform kolaboratif untuk memunculkan bakat-bakat baru.

Baca juga: Tingkatkan Kreativitas Musik Ke Level Berikutnya: Peran AI Dalam Studio

Tren Pengunggahan dan Peningkatan Pangsa Pasar Fisik

Peningkatan jumlah lagu yang diunggah ke DSP dari 60.000 menjadi 120.000 setiap hari mencerminkan pertumbuhan pesat industri musik digital. Sementara itu, harapan akan peningkatan pangsa pasar penjualan fisik, seperti CD, vinyl, dan kaset, menunjukkan bahwa meskipun era digital mendominasi, masih ada tempat bagi format fisik dalam hati para penggemar musik.

Pelayanan Super untuk Penggemar Super dan Analisis Lagu Mendalam

Antisipasi terhadap pelayanan super untuk penggemar super menunjukkan bahwa industri musik berusaha untuk terus memenuhi ekspektasi penggemar dengan inovasi dalam memberikan pengalaman yang lebih mendalam. Selain itu, perubahan dalam platform musik dan video dari penggunaan tag metadata ke analisis lagu yang lebih mendalam mencerminkan upaya untuk meningkatkan fungsionalitas rekomendasi dan pencarian, memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih personal dan akurat.

Dalam keseluruhan, revolusi musik di era digital menandai era baru dalam industri musik di mana teknologi, hak cipta, dan inovasi berdampingan untuk membentuk pengalaman musik yang semakin dinamis dan terhubung secara global.

Share:

More Posts